Faktor-Faktor Tenggelamnya Manchester United
Saat Rafael berjalan untuk menendang
penalty terakhir Manchester United dini hari tadi, para fans menahan
napas dan hasilnya adalah apa yang berulang kali sudah dialami
orang-orang yang (katanya) berjumlah paling banyak di dunia ini: Mimpi
Buruk.
Manchester United
tersingkir dari semifinal Capital One Cup dan harus mengubur dalam-dalam
peluang untuk menyelamatkan musim mereka dengan setidaknya satu gelar
(Masih ada Liga Champions dan EPL… But. Well. Let’s be realistic). David
Moyes pun kembali lagi menjadi sasaran empuk. Baik dari fans United
sendiri ataupun dari pihak lain. Kebiasaannya “membantu” klub lain
menciptakan rekor di halaman belakang rumah sendiri menjadi sebuah trend
yang terus bertahan.
Namun, apakah
terjerembabnya United di musim ini murni kesalahan Moyes? Tidak juga.
Ada beberapa hal yang ikut berpartisipasi menghilangkan kemampuan hebat
tim yang sukses meraih juara EPL musim lalu ini –dengan beberapa match
tersisa.
Pemain-Pemain yang Menua dan Ketergantungan pada Remaja 18 Tahun.
Adnan Januzaj adalah
sebuah warisan terakhir Sir Alex Ferguson yang luar biasa. Talenta yang
dimilikinya membuat anak 18 Tahun ini bersinar seperti harta karun.
Namun, rasanya itu adalah satu-satunya peninggalan Fergie yang membantu
Moyes. Sisanya? Pemain-pemain lain sudah semakin tua dan melewati masa kejayaan mereka.
Ryan Giggs, Rio
Ferdinand, Nemanja Vidic , Patrice Evra, Michael Carrick adalah beberapa
contoh kaki-kaki dan pikiran yang sudah tua dan sulit untuk diharapkan
berkonsentrasi selama 90 menit (Atau lebih, dalam kasus semifinal
Capital One Cup semalam).Sedangkan pelapis-pelapis mereka masih sangat
jauh dari level kelas dunia –atau setidaknya, kelas juara EPL. Chris
Smalling dan Johnny Evans kerap berbuat salah, Alexandre Buttner sama
sekali bukan pelapis sepadan Evra, dan Darren Fletcher masih belum
maksimal setelah sembuh dari cedera. Di depan? Javier Hernandez memilih
musim ini untuk tampil medioker.
Ketergantungan pada
Januzaj untuk membawa United tampil baik juga semakin terlihat jelas
belakangan. He’s just 18 years old. Dan bahkan belum cukup mentalnya
untuk menyelesaikan penalti melawan Sunderland di Old Trafford. Namun,
Januzaj seolah dipaksa untuk terus berkreasi dan berjuang keras.
Menutupi lubang-lubang besar yang ditinggalkan para pemain tua di
belakangnya.
Badai Cedera yang Tanpa Henti
Siapapun manajer
jenius yang berada di belakang kemudi Manchester United, bisa dipastikan
akan membutuhkan obat sakit kepala yang ampuh untuk memecahkan masalah
cedera yang terus menghantui sepanjang musim ini.
Dua penyerang terbaik
yang dimiliki United, Robin Van Persie dan Wayne Rooney bergantian (dan
bersamaan) cedera. Belum lagi Michael Carrick yang beberapa kali kambuh.
Pemain dengan label 27 Juta Pound bernama Marouane Fellaini juga lenyap
dari skuat karena masalah cedera yang tidak kunjung usai. Bek-bek
United juga beberapa kali mengambil ‘jatah’ cedera di musim ini. Bahkan
ada beberapa pertandingan yang Moyes tidak memiliki bek cadangan di
skuat-nya.
Dengan kedalaman skuat
yang biasa-biasa saja, terutama jika dibandingkan dengan tim semacam
Chelsea dan Manchester City, ini jelas menjadi masalah besar yang bisa
mengganggu perjalanan tim manapun. Tidak terkecuali United.
Kebijakan Transfer yang Buruk
Masalah kedalaman
skuat yang disebutkan di poin sebelumnya berasal dari hal ini: Kebijakan
transfer United yang super buruk. Edward Woodward menjanjikan begitu
banyak hal untuk Moyes, dan memberikan begitu sedikit. Tepatnya hanya satu: Fellaini. Itupun terlihat amat sangat mahal dan tidak berguna.
Moyes jelas sadar
timnya butuh pelapis dan juga membutuhkan kelas dunia lebih banyak di
dalamnya untuk bertarung di semua ajang. Namun yang terjadi di musim
panas menunjukkan bahwa apapun yang dilakukan Woodward selama itu, ia
melakukannya dengan cara yang salah.
Trend ini berlanjut
hingga hari ke 22 jendela transfer musim dingin dibuka. United sudah
dihubung-hubungkan dengan semua pemain bagus di Dunia dan nyaris
mengakhiri jendela dengan tangan kosong lagi. Beruntung, transfer super
mahal Juan Mata dikabarkan tinggal selangkah lagi rampung. Sedikit
cahaya di lorong gelap Moyes? Bisa jadi. Walaupun rasanya tidak
menyelesaikan masalah utama mereka saat ini, akan melegakan bagi para
fans memiliki satu pemain kelas dunia lagi di line up United.
Semangat Berjuang Pemain yang Memudar
Manchester United
adalah tim yang terus mengeluarkan kemampuan mereka sepenuhnya dari
menit pertama dan tidak pernah menyerah hingga peluit terakhir berbunyi.
Ini adalah karakter yang dibangun dengan susah payah oleh Fergie di
dinastinya.
Musim ini? Di sebagian
besar pertandingan, semangat semacam ini lenyap seketika. Saat
tertinggal di menit-menit akhir, jarang terlihat ada upaya
serangan-berani-mati yang sering muncul di masa-masa dulu. Lebih sering
terlihat muka-muka kelelahan dan menyerah begitu saja saat lawan sudah
berhasil menyarangkan gol ke gawang David De Gea. Terutama saat
menghdapi tim-tim papan atas seperti Chelsea, Spurs, Liverpool, atau
City. Salah satu alasan mengapa rekor mereka menghadapi tim 8 besar
musim ini sangatlah buruk. Para pemain ini terlihat seperti membutuhkan
sebuah tamparan keras di muka masing-masing –seolah rentetan kekalahan
yang muncul musim ini masih belum cukup.
Hal ini juga terlihat saat pertandingan melawan Stoke city, Moyes sudah memainkan trisula maut yaitu RvP, Rooney dan pemain baru Juan Mata. Karena semangat pemain yang memudar ditambah Moyes tak jitu mmbangkitkan semangat pemain , alhasil Manchester United tak mampu mengejar ketertinggalan.
Menyalahkan David
Moyes adalah sebuah cara termudah untuk menghantam moral Manchester
United musim ini. Namun seperti yang Gus Poyet katakan, Moyes saat ini
menjalani sebuah pekerjaan yang paling berat di Dunia. Sebuah pekerjaan
dengan level ekspektasi yang tidak masuk di akal. Dan sumber daya yang
jauh dari memadai.
Ada banyak PR yang
dihadapi United jika tidak hanya ingin menjadi tim penggembira di EPL
hingga akhir musim nanti. Dan PR ini tentunya tidak hanya menjadi milik
Moyes seorang. Bantuan dari berbagai pihak di klub dibutuhkan.
Seperti juga Moyes membutuhkan 2 hal dari fans United sekarang: simpati dan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar